Lepaskan Merpati untuk Pemilu Damai 2019 di Pidie

    BERBAGI
    Bupati Pidie, Roni Ahmad, Kapolres, Dandim, Kajari dan para pimpinan Parpol di daerah itu melepaskan burung merpati, sebagai lambang perdamaian. (Foto/Muhammad Riza)
    Bupati Pidie, Roni Ahmad, Kapolres, Dandim, Kajari dan para pimpinan Parpol di daerah itu melepaskan burung merpati, sebagai lambang perdamaian. (Foto/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Deklarasi Pemilu damai diinisiasi Komisi Pemilihan Independen (KIP) Pidie, digelar di Alun-alun Kota Sigli, Sabtu pagi (22/9/2018), ditandai dengan pelepasan burung merpati.

    Sedikitnya 18 pimpinan Parpol, baik Parlok (Partai Lokal) maupun Parnas (Partai Nasional), ambil bagian dalam deklarasi Pemilu Damai 2019 ini. Acara tersebut juga turut dihadiri Bupati Pidie, Roni Ahmad, Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, S.Ik, Dandim Pidie Letkol Arm Wagino,SE, Kajari Pidie diwakili Said Muhammad, SH, Wakil Ketua I DPRK Pidie, Jamaluddin, SP, Sekda Pidie, Mulyadi, S.Pd, MM dan jajaran Pemkab Pidie.

    Ketua Komisioner KIP Pidie, Muhammad Ali dan Ketua Panwaslu Pidie, Junaidi, SH mengharapkan kiranya deklarasi itu dapat menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk menggaungkan kampanye pemilu damai.

    “Deklarasi kampanye ini dibuat sebagai salah satu bentuk komitmen kita bersama untuk ambil bagian sebagai pelopor perdamaian. Sebab sekarang sudah menjelang pelaksanaan kampanye yang akan dimulai serentak 23 September 2018. Baik Pemilu legislatif mau pun pemilihan presiden/wakil presiden tahun 2019,” kata Ketua KIP Pidie, Muhammad Ali yang akrab dipanggil Raju.

    Karena itu, Raju mengajak semua peserta Pemilu 2019, pemerintah, stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat, sama-sama menjaga perdamaian. Menjauhi segala bentuk kekerasan, intimidasi, provokasi dan hal-hal lain, yang dapat merusak nilai perdamaian. 

    “Mari kita jadikan pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan sebagai momentum untuk memperkuat kembali komitmen kita mewujudkan pemilu aman dan damai,” katanya.

    Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, mengungkapkan, dalam upaya meujudkan pemilu aman, damai dan sejuk, ada tiga indikator dapat dilihat, apakah suatu pemilu berjalan sukses.

    Pertama, kata Kapolres, tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Kedua, tahapan-tahapan yang berjalan dalam pemilihan Legislatif maupun Pilpres itu dapat berjalan aman dan lancar dan ketiga, indikatornya adalah kecil atau kurangnya angka sengketa yang dilaporkan maupun yang terjadi dalam rangkaian pemilihan legislatif maupun Pilpres.

    Bupati Pidie, Roni Ahmad dalam kesempatan itu mengungkapkan deklarasi kampanye pemilu damai pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku politik di Aceh pada umumnya dan Pidie pada khususnya.

    Menurut Roni Ahmad, Pemilu serentak 2019 adalah yang pertama dilakukan bersamaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

    ”Kita ingin pemilu serentak yang akan datang harus diiringi dengan sebuah pemilihan umum yang berkualitas, bermartabat dan berintegritas. Kita harus mampu melakukan konsolidasi demokrasi, dimana pergantian anggota legislatif dan presiden dilakukan secara demokratis dan damai,” jelas Roni Ahmad. (b10)

    BERBAGI