Massa Mengamuk di Aceh Jaya, Truk dan Alat Berat Dirusak

    BERBAGI
    Truk milik PT WMM rusak parah setelah terjadinya amuk massa di lokasi galian C di kawasan Desa Meudang Ghon, Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya. (Foto/Ist)
    Truk milik PT WMM rusak parah setelah terjadinya amuk massa di lokasi galian C di kawasan Desa Meudang Ghon, Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya. (Foto/Ist)

    Calang (Waspada Aceh) – Aparat kepolisian di Aceh Jaya hingga Minggu siang (16/9/2018) masih mengamankan tiga unit truk berbadan lebar dan satu unit alat berat di Mapolres setempat, setelah sebelumnya dirusak saat amuk massa di Desa Kareung Ateuh, Kecamatan Indra Jaya.

    Informasi yang dihimpun Waspadaaceh.com dari sejumlah sumber, Minggu siang menyebutkan, aksi amuk massa itu terjadi di perbatasan Desa Kareung Ateuh dan Meudang Ghon, Indra Jaya, terkait dengan galian C.

    Menurut sumber, perusahaan yang selama ini mengeruk pasir pada galian C, lokasi itu disebut-sebut masih bersengketa dengan tapal batas desa. Beruntung, dalam insiden ini tak ada korban jiwa, baik di kalangan sopir truk, operator alat berat mau pun masyarakat.

    Namun, tiga unit truk dan satu alat berat yang sebelumnya sedang dioperasikan oleh pekerja, mengalami rusak parah, setelah bagian kaca truk dirusak massa.

    Camat Indrajaya, Aceh Jaya, Nawawi, yang dikonfirmasi Waspadaaceh.com membenarkan adanya insiden amuk massa tersebut.

    “Kasus perusakan ini diduga terjadi akibat kemarahan warga. Namun kami dari pihak kecamatan juga sudah turun ke lokasi, guna menyelesaikan persoalan ini supaya ke depan tak lagi terjadi,” kata Nawawi.

    Meski kasus perusakan tersebut sudah ditangani pihak kepolisian di Aceh Jaya, namun pihak kecamatan berupaya tetap melakukan mediasi dengan warga di kedua desa, dengan harapan dapat menyelesaikan dengan baik persoalan dimaksud.

    Nawawi juga menegaskan hingga kemarin belum ada warga yang diamankan polisi terkait aksi amuk massa tersebut.

    Sementara itu, Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto, melalui Kasat Reskrim IPTU Mahfud Musady SE yang dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui sambungan seluler membenarkan adanya kejadian pengrusakan alat berat dan mobil truk di lokasi galian C.

    “Kami masih menyelidiki kasus ini, untuk sementara barang bukti sudah kita amankan,” kata Mahfud. (b01/ded)

    BERBAGI