Kasus Ganja di Pendopo: Bupati Aceh Barat Lapor ke Presiden Adanya Kejanggalan

    BERBAGI
    Bupati Aceh Barat H.Ramli MS, segera melaporkan ke Presiden Jokowi, terkait kasus dugaan sabotase pendopo oleh pengedar ganja. (Foto/Ist)
    Bupati Aceh Barat H.Ramli MS, segera melaporkan ke Presiden Jokowi, terkait kasus dugaan sabotase pendopo oleh pengedar ganja. (Foto/Ist)

    Meulaboh (Waspada Aceh) – Bupati Aceh Barat H.Ramli MS, segera melaporkan ke Presiden Jokowi, terkait kasus dugaan sabotase pendopo oleh pengedar ganja yang akhirnya ditangkap polisi, Rabu (13/9/2018).

    Bupati beralasan, pelaporan ke presiden sangat perlu dan penting karena penangkapan pengedar ganja dinilai janggal serta tidak masuk akal.

    Selain melapor ke presiden, Ramli juga akan melaporkan persoalan tersebut kepada Mendagri, Tjahjo Kumolo, dan Menkopolkam dan Ruhut Binsar Panjaitan, terkait persoalan tersebut.

    “Saya akan sampaikan ke Bapak Presiden Jokowi terkait persoalan ini, sehingga masyarakat dan pemerintah daerah di Aceh Barat tak dirugikan. Sekaligus meminta perlindungan hukum kepada presiden,” kata Bupati Aceh Barat, H.Ramli MS, kepada Waspadaaceh.com, Sabtu (15/9/2018) siang.

    Ia menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh, terbukti bahwa pelaku pengdar ganja yang ditangkap polisi tersebut, terkesan aja unsur kesengajaan.

    Pasalnya, pelaku yang datang seorang diri sambil membawa ganja, masuk ke dalam pendopo, untuk meletakkan bungkusan ganja di atas plafon lantai dua dan di bagian halaman kompleks pendopo bupati.

    “Yang heran saya, dua menit setelah pelaku meletakkan ganja di dalam pendopo, baru ditangkap polisi. Penangkapannya di luar pendopo, lalu pelaku digiring ke dalam bangunan pendopo,” katanya.

    Oleh karena itu, Bupati Ramli meminta kepada pihak kepolisian di Aceh Barat untuk mengusut tuntas kasus dugaan sabotase tersebut, dan menjelaskan kepada publik secara terang, mengapa hal ini bisa terjadi.

    Dia mengaku, dampak dari kejadian ini sangat melukai hati dan perasaan masyarakat di Aceh Barat. Karena kata Ramli, pendopo bupati yang merupakan ”rumah’ bagi seluruh masyarakat, sudah dikotori dengan pelaku yang diduga sengaja meletakkan ganja ke dalam pendopo.

    Apalagi pada saat ganja itu diletakkan pelaku, kondisi pendopo memang dalam keadaan kosong dan tak ada aktivitas. Pendopo sedang dilakukan rehab berat oleh kontraktor.

    Ramli sendiri mengaku sudah tidak menempati pendopo sejak hampir dua bulan. Sementara seluruh aktivitas di luar dinas, dia lakukan di kediaman pribadi, sambil menunggu rehab tuntas dilakukan.

    Minta Kapolri turunkan tim
    Bupati Ramli MS juga meminta kepada Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, untuk segera membentuk tim khusus untuk diturunkan ke Aceh Barat, guna memastikan apakah ada dugaan sabotase kasus ganja ke pendopo tersebut.

    Katanya, untuk memastikan murni tindak kriminal atau ada unsur kesengajaan dari pihak tertentu. Sehingga nantinya diharapkan menjadi jelas duduk persoalannya.

    Ia juga sangat mengapresiasi tindakan Polri di Aceh Barat yang selama ini sangat gencar memerangi peredaran narkoba di masyarakat, sehingga banyak pelaku yang sudah berhasil ditangkap.

    “Saya sangat mengapresiasi langkah polisi di Aceh Barat yang giat memberantas narkoba. Saya berharap kasus ganja di pendopo dapat diungkap secara jelas dan terang,” tegasnya.

    Tak hanya itu, ia juga meminta Polri untuk mengirimkan tim khusus untuk melakukan sterilisasi pendopo bupati. Nantinya dia harapkan, ketika rumah dinas tersebut ditempati, sudah bersih dari barang-barang yang berbahaya atau hal-hal yang tak diinginkan.

    “Saya buta hukum, saya tidak mau lagi ada kejadian seperti ini ke depan. Saya minta Bapak Kapolri Tito Karnavian turun tangan dalam persoalan ini,” pintanya.

    Apalagi dalam waktu dekat segera digelar Pilpres dan Pileg 2019, sehingga ia tak mau menjadi korban politik oleh pihak yang diduga punya kepentingan.

    Bupati Ramli MS juga mendesak kepada Polres Aceh Barat untuk memperjelas keterangan yang sudah dimuat di beberapa media massa, yang telah menuduh bahwa Pendopo Bupati Aceh Barat selama ini menjadi sarana peredaran narkoba. (b01/ded)

    BERBAGI