3 Tewas di Tambang Emas Rakyat, Bupati Pidie Minta Warga Taat Aturan

    BERBAGI
    Bupati Pidie Roni Ahmad (kopiah merah), mengingatkan masyarakat yang melakukan penambangan emas agar taat aturan dan patuh terhadap undang-undangan untuk menghindari kecelakaan kerja. (Foto/Muhammad Riza)
    Bupati Pidie Roni Ahmad (kopiah merah), mengingatkan masyarakat yang melakukan penambangan emas agar taat aturan dan patuh terhadap undang-undangan untuk menghindari kecelakaan kerja. (Foto/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Tiga penambang emas di lokasi penambangan emas rakyat, Gampong (desa-red) Pulo Loih, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, dilaporkan meninggal dunia, Minggu (2/9/2018), sekitar pukul 16:00 Wib.

    Ketiga korban meninggal masing-masing, Fendi, 27, warga Medan, Sumatara Utara, Saiful Amri,27, warga Aceh Timur dan Murtada,33, (toke tambang-red), warga Gampong Blang Dalam, Kecamatan Geumpang. Dilaporkan ketiga korban meninggal dunia akibat kehabisan oksigen saat berada dalam lubang tambang sedalam 17 meter.

    Farul, (adik almarhum Murtada), mengatakan, peristiwa terjadi saat ketiga korban masuk ke dalam lubang untuk melakukan pengecekan kondisi keamanan dalam lubang (gua). Karena lubang tersebut rencananya akan dipeusijuek (tepung tawari-red) oleh salah seorang tokoh agama setempat.

    “Setelah sampai di kedalaman 17 meter, ketiga korban tidak sanggup untuk naik lagi ke atas akibat kekurangan oksigen (hampa udara-red). Akibatnya ketiga tidak dapat tertolong dan meninggal dunia di dalam lubang tersebut,” cerita Farul.

    Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi, membenarkan adanya 3 orang yang meninggal dunia di lokasi tamabang rakyat tersebut. Pihak Polres, katanya, saat ini sedang melakukan penyelidikan.

    Menurut AKP Mahliadi, ketiga jenazah sudah dievakuasi dari lokasi tambang dan diserahkan kepada pihak keluarga, setelah divisum di Puskesmas Geumpang.

    Di tempat terpisah, Bupati Pidie Roni Ahmad, usai acara peringatan Hardikda Aceh di halaman kantor bupati setempat, menyampaikan belasungkawa kepada ketiga korban meninggal di lokasi tambang rakyat di Kecamatan Geumpang. Bupati pun meminta kepada keluarga yang ditinggalkan supaya dapat tabah dan mengiklaskan.

    Roni Ahmad menjelaskan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya warga yang melakukan aktifitas tambang emas di Geumpang, Pemkab Pidie sudah sering mengimbau agar penambang menaati aturan dan undang-undang yang telah ditetapkan pemerintah.

    “Kami sangat prihati terhadap musibah ini. Saat kami mengarahkan dan memberikan pengertian, seolah-olah pemerintah tidak mendukung aktifitas pertambangan rakyat. Jadi ketika terjadi musibah, seolah-olah pemerintah tidak peduli. Padahal bukan begitu, kita ingin rakyat kita menjaga keselamatannya dalam bekerja dan bisa sejahtera,” katanya. (b10)

    Baca Juga Berita Sebelumnya:http://waspadaaceh.com/2018/09/03/bupati-pidie-bagi-bagi-emas/

    BERBAGI