Ratusan Perawat RSUD Cut Nyak Dhien Mogok

    BERBAGI
    Perwakilan perawat yang melancarkan protes diterima Kabid Keperawatan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, saat berlangsungnya mogok massal untuk menolak pemberian upah sebesar Rp1 juta/orang/bulan, Sabtu (1/9/2018). (Foto/Dedi Iskandar)
    Perwakilan perawat yang melancarkan protes diterima Kabid Keperawatan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, saat berlangsungnya mogok massal untuk menolak pemberian upah sebesar Rp1 juta/orang/bulan, Sabtu (1/9/2018). (Foto/Dedi Iskandar)

    Meulaboh (Waspada Aceh) – Sebanyak 500-an petugas medis yang terdiri dari perawat, bidan serta tenaga kesehatan lainnya yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (1/9/2018) melakukan aksi mogok massal menolak upah hanya Rp1 juta per orang/bulan.

    Akibatnya aksi ini, pelayanan terhadap pasien di rumah sakit tersebut terganggu dan nyaris lumpuh. Sedikitnya 50 persen tenaga medis dari jalur tenaga harian lepas menolak bertugas.

    Informasi yang dikumpulkan Waspadaaceh.com dari sejumlah peserta aksi menyebutkan, aksi itu terpaksa dilakukan sebagai penolakan upah Rp1 juta/orang/bulan. Upah itu sama dengan upah tenaga kontrak yang baru direkrut.

    Baja juga: http://waspadaaceh.com/2018/09/02/ekses-mogok-kerja-di-rsud-cut-nyak-dhien-pasien-mengeluh/

    Mereka juga menuntut manajemen rumah sakit untuk tetap menyalurkan uang jasa medis yang selama ini mereka peroleh sebesar Rp2 juta – Rp3 juta/orang/bulan, sesuai dengan jerih payah selama ini dalam melayani pasien yang berobat.

    Pantauan Waspadaaceh.com, meski berusaha untuk beraudiensi dengan Kabid Keperawatan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Cut Hasanuddin, tetap saja perjuangan mereka tak membuahkan hasil.

    Pasalnya, pejabat tersebut mengaku tidak bisa memberikan jawaban sebelum pimpinan rumah sakit tersebut kembali ke daerah. Ia beralasan, tak memilii wewenang memberikan keputusan terkait tuntutan ratusan tenaga medis.

    Karena tak menemukan solusi, akhirnya ratusan tenaga medis yang sebelumnya berkumpul di lantai dua rumah sakit, turun ke lantai satu dan mereka berkumpul di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), untuk melakukan mogok massal.

    Syarifah, perwakilan petugas medis didampingi sejumlah rekannya mengatakan, mereka terpaksa melancarkan aksi mogok lantaran tuntutan untuk mendapatkan upah yang layak sesuai dengan UMP, tidak membuahkan hasil.

    “Kami menolak pemberian upah sebesar Rp1 juta/orang. Kami menolak disamakan upahnya dengan tenaga kontrak yang baru. Karena tak sesuai dengan jerih payah, apalagi kami sudah lama bekerja di rumah sakit selama bertahun-tahun,” tegasnya.

    Hal senada juga diungkapkan Bustami salah satu perawat di rumah sakit setempat. Dia mengaku tetap akan melancarkan aksi mogok massal bersama pekerja lain sehingga tuntutan mereka dipenuhi.

    Mereka mengaku pemberian upah sebesar Rp1 juta/orang dinilai tidak manusiawi dan tidak sesuai dengan beban kerja yang mereka jalankan. “Kami berharap hak kami dikembalikan seperti semula,” tegasnya.

    Ratusan perawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (1/9/2018) melancarkan protes dan mogok bekerja, menolak pemberian upah sebesar Rp1 juta/orang/bulan. (Foto/Dedi Iskandar)
    Ratusan perawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (1/9/2018) melancarkan protes dan mogok bekerja, menolak pemberian upah sebesar Rp1 juta/orang/bulan. (Foto/Dedi Iskandar)

    Nyaris Ricuh
    Sementara itu, di sela-sela aksi mogok yang dilancarkan, salah satu orang tak dikenal nyaris menjadi bulan-bulanan peserta aksi, lantaran kedapatan sedang merekam peserta yang melakukan mogok massal.

    Karena diduga bukan bagian dari pers yang meliput, pria yang tak diketahui namanya tersebut sempat diamankan peserta demo.

    Wartawan yang berusaha konfirmasi kepada manajemen RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, hingga berita ini ditulis tidak berhasil mendapatkan keterangan.

    Kepala Bidang Keperawatan RSUD, Cut Hasanuddin, yang ditemui di ruang kerjanya menolak memberikan keterangan. Dia mengaku ia tak punya wewenang memberikan keterangan pers.

    “Mohon maaf pak, saya tidak berhak memberikan keterangan pers. Masih ada pejabat yang lebih tinggi untuk berkomentar di media,” katanya dengan sopan.

    Sementara itu, Direktur RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, dr.HM Furqansyah yang berusaha dikonfirmasi juga tidak berhasil karena sedang dinas di luar daerah. (b01/ded)

    BERBAGI