Beranda Aceh Rentang 2014 – 2018, Produksi Padi di Pidie Jaya Meningkat

Rentang 2014 – 2018, Produksi Padi di Pidie Jaya Meningkat

BERBAGI
Salah seorang petani di Pidie Jaya sedang bekerja di lahan padinya yang sudah mulai menguning. (Foto/Al-Farizi)
Salah seorang petani di Pidie Jaya sedang bekerja di lahan padinya yang sudah mulai menguning. (Foto/Al-Farizi)

Banda Aceh (WaspadaAceh) – Kabupaten Pidie Jaya, salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, yang terbilang paling berhasil dalam menggenjot produksi hasil pertaniannya beberapa kali lipat. Terutama produksi padinya.

Untuk hasil tanaman padi, Pidie Jaya malah mampu surplus. Kebutuhan untuk konsumsi lokal hanya sekitar 17.000/ton per tahun, sedangkan Pidie Jaya mampu memproduksi sekitar 100.319 ton. Sisanya untuk memenuhi kebutuhan daerah lain di Aceh mau pun di Sumatera Utara.

Said Mulyadi, Wakil Bupati Pidie Jaya, berada di sebuah balai di sekitar hamparan lahan pertanian di Pidie Jaya. (Foto/Al-Farizi)
Said Mulyadi, Wakil Bupati Pidie Jaya, berada di sebuah balai di sekitar hamparan lahan pertanian di Pidie Jaya. (Foto/Al-Farizi)

Data di Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie Jaya menunjukkan, produksi padi di kabupaten ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2014 dari produksi padi petani sekitar 64.912 ton, tahun 2015 meningkat menjadi 94.651 ton. Tahun 2016 ada penurunan sedikit, akibat kondisi alam (cuaca) yang kurang mendukung, termasuk bencana alam gempa di akhir tahun, produksinya 93.147 ton. Tapi tahun 2017, produksi padi petani bisa digenjot lagi mencapai 100.319 ton.

“Pak Bupati H.Aiyub Abbas pada tahun-tahun kepemimpinannya dulu memang menekankan adanya perbaikan di sektor pertanian. Para petani dilatih dan difasilitasi untuk bisa meningkatkan produktifitasnya,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pengan (Distanpang) Pidie Jaya, drh.Muzakkir Muhammad,MM di ruang kerjanya di Pidie Jaya.

Memang, melihat luas lahan pertanian padi Pidie Jaya, yang merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Pidie, terjadi lonjakan perluasan lahan tanam. Tahun 2014, luas lahan tanam hanya sekitar 11.468 hektare, meningkat pada tahun 2015 menjadi 16.775 hektare. Tahun 2016 sekitar 16.472 – menurun sedikit karena kondisi cuaca, tapi pada tahun 2017 meningkat mencapai 17.132 hektare.

“Sekitar 70 persen rakyat di Pidie Jaya ini sebagai petani. Jadi sektor pertanian harus menjadi prioritas bila ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sini,” kata H.Said Mulyadi, SE, MSi, Wakil Bupati Pidie Jaya periode 2013 – 2018. Bupati Aiyub Abbas kini cuti karena akan maju lagi menjadi calon Bupati Pidie Jaya periode 2018 – 2023, dan kembali berpasangan dengan Said Mulyadi.

Dari sisi hasil produksi lahan padi per hektare per panen, terus terjadi peningkatan. Pemerintah Pidie Jaya memfasilitasi para petani, baik mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga proses panen dan pasca panen. Tahun 2014 hasil produksi padi per hektare sekitar 5,71 ton/ panen  terjadi kenaikan pada tahun 2017 menjadi 5,86 ton/hekatre/panen.

Menurut Said Mulyadi, pemerintah Pidie Jaya juga telah menjalankan program percetakan sawah baru, untuk menambah luas areal tanaman padi dan tanaman holtikultura di kabupaten tersebut. “Ada penambahan lahan pertanian sekitar 72 hektare dari hasil program pencetakan sawah baru,” lanjut Said Mulyadi.

Menurut mantan Kabag Humas Pemkab Pidie ini, Bupati Pidie Jaya H.Aiyub Abbas, memang cukup konsen terhadap sektor pertanian. Tahun 2017 lalu, kita melatih sekitar 3.000 orang pemuda tani untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya. Tujuannya untuk menambah skill dan pengetahuan di bidang tanaman pangan (padi, palawija dan hortikultura).

Untuk memotivasi petani di Pidie Jaya, kata Said Mulyadi, pemerintah setempat didukung dengan alat dan mesin pertanian (Alsintan), seperti traktor yang jumlahnya mencapai 55 unit, dari bantuan Kementerian Pertanian, bantuan Pemerintah Aceh dan dari Pemkab Pidie Jaya sendiri. Combine varvester (alat/mesin pemanen) 12 unit dan escavator 1 unit.

“Alat dan mesin pertanian ini boleh digunakan oleh para petani secara gratis,” lanjut Said Mulyadi. (***)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here